Strategi
Pembelajaran
Salah satu
kemampuan dan keahlian profesional utama yang harus dimiliki oleh para pendidik
adalah kemampuan bidang pendidikan dan keguruan. Khususnya terkait dengan
strategi pembelajaran. Seorang guru dan dosen tidak hanya dituntut untuk
menguasai bidang studi yang akan diajarkannya saja, tetapi juga harus menguasai
dan mampu mengajarkan pengetahuan dan keterampilan tersebut pada peserta didik
(Wena, 2009:vii). Djamarah dan Zain (2010:5) mengemukakan bahwa secara umum
strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai
sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi
bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar
mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.
Untuk mencapai
tujuan yang telah digariskan, ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar.
Strategi itu adalah sebagai berikut:
mengidentifikasikan serta
menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian
siswa seperti yang diharapkan,
memilih sistem pendekatan
belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat,
memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap
paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan guru dalam
melaksanakan pembelajaran, dan
menetapkan norma-norma
dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan
sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam megevaluasi kegiatan belajar
mengajar yang selanjutnya dijadikan umpan balik untuk kepentingan kegiatan
pembelajaran (Djamarah dan Zain, 2010:5—6).
Gagne dan Briggs (dikutip http://blog.persimpangan.com) mengemukakan
bahwa instruction atau pembelajaran
adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang
berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk
mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses
belajar siswa yang bersifat internal. Selanjutnya, Eggen & Kauchak
(dikutip http://blog.persimpangan.com) menjelaskan bahwa ada enam ciri
pembelajaran yang efektif, yaitu:
siswa menjadi pengkaji
yang aktif terhadap lingkungannya melalui mengobservasi, membandingkan,
menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan serta membentuk konsep dan
generalisasi berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan,
guru
menyediakan materi sebagai fokus berpikir
dan berinteraksi dalam pelajaran,
aktivitas-aktivitas siswa
sepenuhnya didasarkan pada pengkajian,
guru secara aktif
terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada siswa dalam menganalisis
informasi,
orientasi
pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir,
dan
guru
menggunakan teknik mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan dan gaya
mengajar guru.
Kemp (dikutip Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang
harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara
efektif dan efisien. Selanjutnya, David, (dikutip Senjaya, 2008) menyebutkan bahwa dalam
strategi pembelajaran
terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih
bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu
pelaksanaan pembelajaran. Rowntree (dikutip Senjaya, 2008)
mengemukakan bahwa dilihat
dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula,
yaitu: (1) exposition-discovery learning
dan (2) group-individual learning. Ditinjau dari cara penyajian dan
cara pengolahannya, strategi
pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran
induktif dan strategi pembelajaran
deduktif (http://definisi-pengertian. blogspot.com).
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk
meng-implementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan
kata lain, strategi merupakan “aplan of operation achieving something”
sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Senjaya, 2008
tersedia dalam: http://alhafizh84. wordpress.com).
Selanjutnya, Wena (2009:12) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran sangat
dipengaruhi oleh kondisi pembelajaran, yaitu (1) tujuan dan karakteristik
bidang studi, (2) kendala dan karakteristik bidang studi, dan (3) karakteristik
siswa. Gunakan ketiga variabel kondisi pembelajaran tersebut untuk merancang
penjadwalan penggunaan strategi pembelajaran.
Artikel keren lainnya:
Memahami Klasifikasi Mesin engine
ReplyDeletePengendalian Kontaminasi