Wednesday, 7 October 2015

Strategi Pembelajaran


Strategi Pembelajaran


Salah satu kemampuan dan keahlian profesional utama yang harus dimiliki oleh para pendidik adalah kemampuan bidang pendidikan dan keguruan. Khususnya terkait dengan strategi pembelajaran. Seorang guru dan dosen tidak hanya dituntut untuk menguasai bidang studi yang akan diajarkannya saja, tetapi juga harus menguasai dan mampu mengajarkan pengetahuan dan keterampilan tersebut pada peserta didik (Wena, 2009:vii). Djamarah dan Zain (2010:5) mengemukakan bahwa secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.

Untuk mencapai tujuan yang telah digariskan, ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar. Strategi itu adalah sebagai berikut:

  1. mengidentifikasikan serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian siswa seperti yang diharapkan,
  2. memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat,
  3. memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan guru dalam melaksanakan pembelajaran, dan
  4. menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam megevaluasi kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya dijadikan umpan balik untuk kepentingan kegiatan pembelajaran (Djamarah dan Zain, 2010:5—6).
    Gagne dan Briggs (dikutip http://blog.persimpangan.com) mengemukakan bahwa instruction atau pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal. Selanjutnya, Eggen & Kauchak (dikutip http://blog.persimpangan.com) menjelaskan bahwa ada enam ciri pembelajaran yang efektif, yaitu:

  1. siswa menjadi pengkaji yang aktif terhadap lingkungannya melalui mengobservasi, membandingkan, menemukan kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan serta membentuk konsep dan generalisasi berdasarkan kesamaan-kesamaan yang ditemukan,
  2. guru menyediakan materi sebagai fokus berpikir dan berinteraksi dalam pelajaran,
  3. aktivitas-aktivitas siswa sepenuhnya didasarkan pada pengkajian,
  4. guru secara aktif terlibat dalam pemberian arahan dan tuntunan kepada siswa dalam menganalisis informasi,
  5. orientasi pembelajaran penguasaan isi pelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir, dan
  6. guru menggunakan teknik mengajar yang bervariasi sesuai dengan tujuan dan gaya mengajar guru.
    Kemp (dikutip Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, David, (dikutip Senjaya, 2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Rowntree (dikutip Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning. Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif (http://definisi-pengertian. blogspot.com).
    Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk meng-implementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “aplan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Senjaya, 2008 tersedia dalam: http://alhafizh84. wordpress.com). Selanjutnya, Wena (2009:12) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kondisi pembelajaran, yaitu (1) tujuan dan karakteristik bidang studi, (2) kendala dan karakteristik bidang studi, dan (3) karakteristik siswa. Gunakan ketiga variabel kondisi pembelajaran tersebut untuk merancang penjadwalan penggunaan strategi pembelajaran.

1 comment: